kopi kita :))

Published Maret 23, 2014 by iitadakimasu92

Kopiiiii…….hemmm mendengar namanya saja  sudah membuatku seperti mencium aromanya yang waaaww.

Kopiii…kopiiii…..its my comfort zone *halahhCamera 360

Tapi emang bener siih, entah mau cuaca dingin mau cuaca panas kopi selalu enak. Menenggak kopi hangat sambil memejamkan mata akan memberi ketenangan, ada banyak hal yang bisa kita bayangkan dari mulai mengingat kenangan masa lalu sampai merancang masa depan.

Kecintaanku pada kopi sebenernya dari kecil karna di rumah ibuku sangat addict banget sama kopi, setiap hari pasti minum kopi, biasanya sehari 2-3 kali nyruput . kayak minum obat aja yaa sehari 3 kali :D

aku penasaran, apa sih enaknya kopi. Setiap ibuku minum kopi pasti aku selalu minta, pertama cium aromanyaa, diresapiii dan srupuutt…ummmm. Aroma dan rasanya sangat unik

 

dari situ aku mulai menyukai kopi dan hingga sekarang aku masih saja jatuh cinta, kegilaanku pada kopi bikin aku pengen menjelajah dari kedai kopi satu ke kedai kopi lain, apalagi dijogja (tempatku sekarang) buanyaak sekali coffee shop yang menyajikan kopi-kopi dari berbagai macam jenis kopi dari mulai kopi toraja, wamena, robusta, arabika, luwak daan masih banyak lagi .

aktifitas ngopi di coffee shop sangat mainstream memang tapi entah kenapa terasa hangat aja gitu, bisa berbagi cerita dengan teman dekat pacar ataupun gebetan , bahkan bukan tidak mungkin dari sini kita bisa punya banyak temen ngopi baru, berbagi pengalaman hidup . semua kalangan disini berbaur. Apalagi sekarang makin banyak coffee shop yang buka 24 jam dan ada fasilitas wifinya…tambah ngakar lah hahaha

Lebih romantisnya lagi ni yaa kalo kita ngopi dipinggir jembatan kalicode atau angkringan kopi joss , ditempat ini semua kalangan berbaur tidak ada perbedaan ras dan suku. sederhana tapi istimewa. <3

Banyak sekali sebenernya pelajaran yang bisa kita ambil dari ngopi ataupun kopi.

Seperti  yang saya katakan  tadi ngopi bersama teman membuat kita banyak mendapatkan cerita dari teman-teman ngopi yang kita sendiri bisa ambil pelajarannya.

Pernah waktu itu aku sama temen ngopi di legend coffee, ketika itu temenku nyeletuk

 “ ta, tau nggak filosofi kopi?”

“apa??”jawabku

“emmm….sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan”lanjut temanku menjelaskan

 

Dan aku langsung nyletuk

 

“aaahh itu mah mainstream udah banyak kali gambar2 di bbm hahahaha”

Temanku langsung ketawa denger jawabanku.

“ehh tapi yaa emang bener sih gitu, cuman gini yaa… kopi emang pahit tapi nikmat, coba dehh pas kamu minum kopi rasanya pahit-pahit gimana gitu kan?nah tapi setelah kamu minum kamu jadi nyaman, ada kenikmatan tersendiri” lanjutku

 

——–

 

Dari obrolan bersama dari banyak teman ngopi itulah salah satu keseruannya, ada banyak hal yang kita bisa ambil pelajarannya. Salah satu yang saya pikirkan adalah

*Kopi itu mengandung kafein, dari kafein itu membuat kita bisa melek. Artinya dari menelan sisi pahit tersebut membuat kita bisa bangkit dari masa lalu yang pahit dan member kita kekuatan baru untuk merancang masa depan*

Ahayydeee—

 

 

 

 

Kanker Kulit

Published Desember 10, 2011 by iitadakimasu92

Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia dan Inggris. Berdasarkan beberapa penelitian, mereka orang-orang kulit putih yang lebih banyak menderita jenis kanker kulit ini. Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat seringnya mereka terkena (banyak terpajan) cahaya matahari. Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi penderita.

Penyakit Kanker Kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ada tiga jenis kanker kulit yang umumnya sering diderita manusia, diantaranya adalah karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM).

• Karsinoma Sel Basal (KSB)
Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang paling banyak diderita. Kanker jenis ini tidak mengalami penyebaran (metastasis) kebagian tubuh lainnya, tetapi sel kanker dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya. Warna kulit yang terang dan sering terkena pijaran cahaya matahari keduanya diduga sebagai penyebab Karsinoma Sel Basal. Faktor lain yang juga dapat menjadi penyebab jenis kanker ini adalah system imun tubuh yang lemah (baik dampak penyakit lain atau pengobatan), luka bakar, sinar X-ray.

1. Tanda dan Gejala
Bagian tubuh yang terserang kanker sel basal biasanya wajah, leher dan kulit kepala. Adapun tanda-tanda penyakit kanker berjenis ini adalah benjolan yang agak berkilat, kemerahan dengan pinggir meninggi yang berwarna agak kehitaman, kelainan seperti jaringan parut dan lecet/lika yang tidak sembuh-sembuh.

2. Diagnosa Jenis kanker
Metode tunggal untuk memastikan penyakit kanker sel basal yaitu Dokter akan melakukan pemeriksaan klinis dan histopatologis dengan mengambil sample bagian kulit yang di anggap sebagai jaringan kanker (biopsy) untuk diteliti dibawah mikroskop.

3. Therapy dan Pengobatan
Apabila diagnosa telah ditegakkan secara jelas bahwa penderita mengalami kanker kulit berjenis sel basal, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker) secara komplit, atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).

• Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)
Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang lebih banyak diderita pria terutama kaum lanjut usia (lansia). Ini adalah jenis kanker kulit dimana terjadi keganasan sel keratinosit epidermis, merupakan kanker kulit ke dua tersering. Penyakit kanker kulit KSS ini dapat menyebar kebagian tubuh yang lain, umumnya diderita mereka yang berada diwilayah tropik.

Seperti halnya penyakit KSB, kanker kulit jenis ini juga diduga akibat sinar matahari (dominannya), Imun tubuh yang lemah, virus, bahan-bahan kimia dan jaringan parut juga dapat menimbulkan penyekit ini. Adapun tanda dan gejalanya ialah mempunyai kelainan berupa benjolan-benjolan atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Diagnosa ditegakkan dengan metode yang sama pada KSB, begitupun tindakan therapy dan pengobatan cenderung sama dengan kanker sel basal.
• Melanoma Maligna (MM)
Ini adalah jenis penyakit kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika, didapatkan data enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Dan jumlah orang yang terserang meningkat dari tahun ke tahun. Melanoma Maligna bisa berkembang dari tahi lalat timbul yang sudah ada atau yang baru muncul.

1. Tanda dan Gejala
Informasi ini sangat penting sekali bagi meraka yang memiliki tahi lalat yang kemudian mengalami perubahan baik warna, ukuran maupun bentuknya, Tahi lalat terkadang terasa gatal dan bila digaruk mengeluarkan darah. Sel kanker ini tumbuh dari melanosit, yaitu sel kulit yang berfungsi menghasilkan zat warna melanin.

Kanker ini dicirikan dengan ABCD, yaitu A= Asimetrik, bentuknya tak beraturan. B= Border atau pinggirannya juga tidak rata. C= Color atau warnanya yang bervariasi dari satu area ke area lainnya. Bisa kecoklatan sampai hitam. Bahkan dalam kasus tertentu ditemukan berwarna putih, merah dan biru. D= Diameternya lebih besar dari 6 mm.

2. Diagnosa Melanoma Maligna
Penegakan diagnosa pada kasus penyakit kanker kulit jenis ini sama halnya dengan kedua jenis kanker kulit di atas (KSB dan KSS), yaitu dilakukannya tindakan biopsy untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

3. Therapy dan Pengobatan
Melanoma Maligna merupakan jenis kanker kulit yang paling ganas, dapat menyebar kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa. Tindakan yang dilakukan pada penderita kanker jenis ini adalah pengangkatan secara komplit jaringan kanker dengan jalan pembedahan, apabila telah diketahui terjadi penyebaran maka dibutuhkan operasi lanjutan untuk mengangkat jaringan di sekitarnya. Jika sel kanker ditemukan menyebar ke kelenjar limfa, maka mau tidak mau kelenjarnya juga diangkat.

Jangan Jauhi Penderita HIV AIDS

Published Desember 9, 2011 by iitadakimasu92

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.                Latar Belakang Masalah

Setiap penyakit merupakan musibah yang bisa menimpa siapa pun. Ketika AIDS diposisikan sebagai musibah dan ujian maka semua orang harus berpikir positif, baik Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS maupun yang bukan Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS. Sebagai Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS yang tertular karena free sex misalnya, penyakit yang diderita harus dipandang sebagai cambuk kasih sayang Tuhan. Dengan pemikiran positif ini, diharapkan seorang Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS  akan tegar menerima kenyataan, mau menjaga diri, mengisi sisa-sisa hidup dengan melakukan segala sesuatu yang berguna bagi kemanusiaan dan berperilaku aman sehingga tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Bagi mereka yang bukan Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS, AIDS bisa dijadikan peringatan keras untuk tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang memungkinkan terjangkit AIDS, seperti perilaku seks yang tidak baik (sah dan aman) dan mengkonsumsi narkotika. Pada saat yang sama, AIDS juga merupakan tantangan untuk menguji sejauh mana komitmen mereka untuk tetap berperilaku manusiawi terhadap para Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS.

HIV dan AIDS tampaknya telah menjadi fenomena global yang mengundang perhatian dunia. Betapa tidak, sejak pertama kali dikenal pada tahun 1981, AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang dan mencapai rekor sebagai penyakit paling mematikan dalam sejarah.

Dengan skala dan impact-nya yang luas, HIV dan AIDS telah menjadi epidemi global yang menyerang setiap tingkat kehidupan masyarakat sekaligus salah satu ancaman paling serius yang dihadapi oleh umat manusia saat ini, karena tidak ada satu negara pun yang dapat mengklaim wilayahnya bebas dari HIV dan AIDS.

Perkembangan kasus HIV dan AIDS di Indonesia sendiri sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut catatan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI (Ditjen PP & PL), sampai dengan 30 Juni 2006 kasus HIV dan AIDS secara kumulatif telah mencapai angka 10.859 kasus dengan rincian 6.332 penderita AIDS dan 4.527 pengidap HIV.

Kondisi itu semakin memprihatinkan karena persentase tertinggi terdapat pada usia produktif (54,12% kelompok usia 20-29 tahun dan sekitar 26,41% pada kelompok usia 30-39 tahun disusul kelompok umur 40-49 tahun sebesar 8,42%).

Meskipun data ini merupakan data resmi dari pemerintah, namun data sesungguhnya tidak ada yang tahu berapa persisnya, karena HIV dan AIDS seperti fenomena gunung es, apa yang terlihat hanyalah puncak yang menyembul di permukaan tanpa diketahui seberapa dalam dan besar kasus yang sebenarnya terjadi.

Sedangkan menurut perkiraan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, setiap hari terdapat lebih dari 5000 orang berusia 15- 24 tahun mengidap HIV dan AIDS, hampir 1800 penderita HIV di bawah usia 15 tahun tertular dari ibunya dan sekitar 1400 anak di bawah usia 15 tahun meninggal akibat HIV2. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalah guna narkoba suntik dan para pekerja seks komersil. Para ahli memperkirakan bahwa sampai tahun 2002 ada sekitar 12-19 juta orang3. Sedangkan jumlah orang dengan HIV di Indonesia sampai 2002, diperkirakan antara 90000-130000 orang4. Sebanyak 90% kasus HIV merupakan akibat dari penularan seksual dan 60-70%kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual.

Anehnya, semakin banyak masyarakat pengidap HIV/AIDS, lingkungan masyarakat bukan semakin sadar dan mengerti tapi malah memupuk sifat individualisme mereka hingga tumbuh subur, akibatnya prilaku diskriminasi terhadap penderita ODHA Semakin merebak dimana-mana.

Dari realita tersebut, tentunya banyak orang yang bertanya-tanya, apakah sebabnya sehingga orang cenderung menjauhi, bahkan mendiskriminasikan para korban ODHA. Padahal, penyakit tersebut bukan keinginan para korban ODHA, penyakit itu juga bukan seperti pandangan orang- orang, yaitu penyakit yang disebabkan kutukan dari Tuhan yang dikhususkan pada orang- orang yang hina, tapi penyakit itu merupakan sebuah cobaan, apakah kita bisa melewatinya, atau tidak.

 

 

 

  1. Rumusan Masalah
    1. Apakah pengertian dari AIDS?
    2. Bagaimana cara penularan AIDS?
    3. Berbahayakah jika berinteraksi dengan penderita AIDS?
    4. Mengapa orang yang tidak terkena penyakit AIDS sering mendiskriminasi penderita AIDS?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian HIV AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi, beberapa penyakit bisa menjadi lebih parah daripada biasanya.

 

 

  1. B.     Cara Penularan HIV AIDS

 

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:

  1. Kontak langsung dengan darah atau produk darah atau jarum suntik

ü  Transfusi darah / produk darah yang tercemar HIV, resikonya sangat tinggi sampai 90%. Ditemukan sekitar 3-5% dari total kasus sedunia.

ü  Pemakaian jarum tidak steril / pemakaian bersama jarum suntik dan sempritnya pada pecandu narkotika suntik.

ü  Penularan lewat kecelakaan, tertusuk jarum pada petugas kesehatannya.

  1. Air mani, Cairan Semen, Sperma

Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb

  1. Cairan vagina

Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll

  1. Air susu ibu (ASI)

Contoh : Bayi minum asi dari wanita HIV+, dari ibu HIV positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui sendiri.

 

HIV tidak menular melalui:

  1. Bersalaman, berpelukan
  2. Berciuman
  3. Batuk, bersin
    1. Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
    2. Gigitan nyamuk
    3. Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
    4. Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.

 

 

Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :

  1. Air liur
  2. Feses
  3. Air mata
  4. Air keringat
  5. urine

HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.

 

  1. Upaya Pencegahan

Efektivitas preventif pada masalah HIV/AIDS sangat terkait erat dengan seberapa besar cakupan dari upaya preventif tersebut, atau bisa dikatakan area pencegahan dari masalah HIV/AIDS tersebut. Jika strategi nasional tersebut ingin dikatakan efektif maka dalam aplikasi atau tataran praktisnya harus bisa menjangkau empat sasaran area pencegahan, antara lain (www.undp.or.id) : 1. Kelompok tertular, 2. Kelompok berisiko tertular, 3. Kelompok rentan, dan, 4. Masyarakat umum.

Area pertama ialah usaha preventif pada kelompok tertular. Kelompok ini bisa dikatakan benar-benar sudah terkena HIV/AIDS. Jika dilihat secara implisit maka bisa dikatakan bahwa kelompok ini lebih baik diarahkan dan diberikan upaya kuratif saja. Akan tetapi jika dilihat lebih jauh terdapat juga usaha pencegahan yang khusus untuk kelompok tertular ini. Usaha pencegahan ditujukan untuk mengurangi laju perkembangan hiv, menciptakan individu agar produktif dan meningkatkan kualitas hidup si pengidap HIV/AIDS.

Area kedua ialah kelompok yang berisko terkena HIV/AIDS. Dalam kelompok ini terdapat penjaja seks, pelanggan penjaja seks, waria, homoseksual, IDHU, dan lainnya. Jika dilihat bahwa akar masalah dari kelompok ini ialah bentuk perilaku beresiko mereka maka perlu dilaksanakan upaya pencegahan yang berbentuk health education, yang ditujukan ditujukan untuk mengubah perilaku berisiko menjadi perilaku aman.

Area ketiga ialah kelompok rentan terkena masalah HIV/AIDS. Kelompok rentan ialah kelompok masyarakat yang karena lingkup pekerjaan, lingkungan, ketahanan dan atau kesejahteraan keluarga yang rendah dan status kesehatan yang labil, sehingga rentan terhadap penularan HIV. Termasuk dalam kelompok rentan adalah orang dengan mobilitas tinggi baik sipil maupun militer, perempuan, remaja, anak jalanan, pengungsi, ibu hamil, penerima transfusi darah dan petugas pelayanan kesehatan (www.undp.or.id). Dalam hal ini, upaya pencegahan pada kelompok ini dengan tujuan agar kelompok rentan ini tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko tertular HIV. Jadi bisa dikatakan bahwa upaya pencegahannya bertujuan unuk menghambat bertambahnya kelompok berisiko.

Area keempat ialah masyarakat umum. Dalam hal ini, peran masyarakat dalam penanggulangan masalah HIV/AIDS ialah sangat penting, hal itu dikarenakan masyarakat merupakan suatu lingkungan sosial yang dapat membentuk perilaku anggota masyarakat di dalamnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan lebih difokuskan untuk meningkatkan peningkatkan kewaspadaan, kepedulian dan keterlibatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

 

Masalah HIV/AIDS tidak hanya pada aspek pencegahan saja, perlu suatu upaya dimana bisa mengakomodir kebutuhan-kebutuhan dari pengidap HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya kuratif yang bisa mengobati pengidap yang meliputi tiga aspek, yaitu : aspek fisik, psikologi dan sosial. Efektivitas dari upaya kuratif ini seringkali dipertanyakan karena hanya condong pada aspek pengobatan fisik saja, seperti : pemberian obat, dan seringkali upaya kuratif yang bersifat psikologis dan sosial sering terlupakan padahal keduanya merupakan aspek penting, yang wajib dilakukan agar efektivitas dari upaya kuratif masalah HIV/AIDS tetap terjaga.

Pengobatan secara fisik tetap diberlakukan karena bersifat penting, dengan pengembalian tubuh secara bugar maka akan lebih mudah menjalankan rutinitas, namun juga tak melupakan pengobatan secara psikologis dan sosial. Upaya penyembuhan yang bersifat psikologis bisa saja berupa kegiatan konseling dengan tujuan membuat dan memanajemen emosinya menjadi stabil dan tidak stress akibat HIV/AIDS yang dideritanya.

Upaya kuratif yang pada aspek sosial juga harus diterapkan pada pengidap HIV/AIDS. Hal itu dengan melihat bahwa pengidap HIV/AIDS mengalami proses labelling oleh masyarakat dimana mereka mendapatkan label buruk sebagai, “orang-orang yang tidak berguna.” Dengan melihat kenyataan tersebut maka upaya kuratif pada aspek sosial, difokuskan pada upaya mendorong pengidap HIV/AIDS agar menjadi produktif dan punya konstribusi terhadap masyarakat. Dengan begitu maka secara tidak langsung akan mengurangi stigma buruk di masyarakat. Upaya kuratif pada aspek sosial pernah dirasakan manfaatnya oleh Nining Ivana yang merupakan pengidap HIV/AIDS (Bulletin Pekerja migrant dan HIV/AIDS, maret 2007, ILO Jakarta )

 

Selain hal- hal seperti yang disebutkan di atas, ada hal lain yang perlu diperhatikan akibat dari kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit HIV/AIDS, yaitu bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS itu. Bagi orang awam, berinteraksi dengan orang berpengidap HIV/AIDS adalah hal berbahaya. Mereka cenderung menggunakan prinsip. Berani mendekat, nyawa lenyap. Karena apa? Hal itu di karenakan mereka berasumsi ODHA itu berbahaya, pembawa sial, orang hina, tak berguna, dan segala caci maki yang menusuk hati. Siapa lagi yang salah di sini? Kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit HIV/AIDS.

Tetapi masalahnya, susah sekali mengubah peresepsi yang sudah tertanam dipikiran masyarakat. Tidak hanya langsung sekali penyuluhan, tapi berkali-kali. Dan hasilnyapun jauh dari yang diharapkan. Usaha tersebut sangat sulit sekali, terutama di Indonesia yang notabene, masyarakatnya masih di dominasi masyarakat pedesaan dengan beragam kultur yang berbeda. Sehingga jika ingin memberikan penyuluhan, setidaknya penyuluh merupakan warga dari desa tersebut yang memiliki pengaruh yang signifikan bagi kehidupan masyarakatnya. Seperti kepala desa, ketua adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang lain.

Sayangnya lagi, sangat sedikit orang Indonesia ini yang peduli akan ODHA. Jika mereka tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS, berarti tidak ada kewajiban bagi mereka untuk peduli pada koraban ODHA. Keindividualismean manusia memang benar- benar telah menutup mata dan hati mereka untuk peduli pada saudara- saudara kita yang terjangit HIV/AIDS. Mereka tidak tahu, ada banyak saudara kita yang harus kita bantu.

 

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka? Membangkitkan mereka dari mimpi buruk panjang mereka? Apa yang bisa kita lakukan? Apa yang bisa kota lakukan, yang setidaknya mampu nisa membuat mereka sedikit kega dan tersenyum kembali?
Ada banyak kawan, ada banyak sesuatu yang bisa kita lakukan, antara lain kita bisa membuat poster- poster, brosur, tulisan- tulisan tentang HIV/AIDS, tentang bagaimanakah cara berinteraksi dengan penderita ODHA. Terus berkarya baik itu lewar seni, musik, karya ilmiah, dan terus memberitahu kepada orang betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS, ingat, penyakit HIV/AIDS yang berbahaya, bukan orangnya. Jika kita hati- hati dan tidak sembrono, maka bersosialisasi dengan ODHA, merupakan hal- hal yang normal, sesuatu yang tidak perlu kita takuti.

Oleh karena itu, sangat perlu sosialisai tentang penyakit HIV/AIDS pada masyarakat umum, terutama pada masyarakt desa. Sosialisasi itu perlu agar masyarakat bisa sadar dari persepsi buruk mereka terhadap ODHA. Dan yang paling penting adalah menghindari perilaku- perilaku yang bisa menyebarluaskan epidemi HIV/AIDS terhadap masyarakat luas.

 

Sesungguhnya, diskriminasi terhadap penderita HIV dan AIDS bukan saja melanggar hak-hak asasi manusia, melainkan juga sama sekali tidak membantu usaha mencegah epidemi ini. Mengucilkan penderita HIV dan AIDS tidak akan mengecilkan bahaya penularan HIV dan AIDS.

Stigma dan diskriminasi keduanya menjelma menjadi penghalang terbesar bagi penanganan efektif epidemi ini. Dalam hal ini, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin dan melindungi hak-hak penderita HIV dan AIDS sama seperti terhadap warga negara lainnya. Diskriminasi terhadap mereka harus dikikis dengan cara memastikan bahwa hak-hak mereka terhadap layanan dan fasilitas kesehatan diakui dan dilindungi, untuk diperlakukan sebagai orang yang sedang sakit dan bukan orang yang membawa penyakit.

 

Penyuluhan tentang AIDS

Setiap orang yang terinfeksi maupun yang terkena dampak dari HIV dan AIDS membutuhkan dukungan dan kasih sayang. Di pihak lain, upaya terpenting dalam memerangi AIDS sesungguhnya adalah pendidikan dan penerangan kepada masyarakat. Selain memberi bimbingan dari sisi moral dan akhlak, yaitu mendorong masyarakat untuk menjalani kehidupan yang sehat, penerangan mengenai apa sebenarnya penyakit AIDS juga harus disebarluaskan kepada masyarakat. Sebagian besar dari mereka terjangkit penyakit AIDS karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi.

Penyebabnya tak lain adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap penyakit ini. Pentingnya pendidikan seks (sex education) yang sehat dan aman masih dianggap hal yang tabu di Indonesia. Hal itulah yang mendasari sulitnya pengenalan HIV/AIDS kepada masyarakat luas, terutama sasaran yang sekarang ini kerap dibidik adalah remaja.

Sebenarnya, ketidaktahuan masyarakat itu ada dampak positif dan negatifnya. Positifnya, masyarakat tidak tahu apa itu HIV/AIDS, jadi mereka tidak perlu takut terhadap ODHA. Tapi sayangnya, ketidaktahuan masyarakat itu lebih banyak mengundang kenegatian dari pada positif, hal itu dikarenakan semaki masyarakat tidak paham akan HIV/AIDS, maka semakin besar penyakit HIV/AIDS ini menyebar.

Orang pedesaan masih menganggap bahwa penyakit ini merupakan penyakit kutukan, dengan didasarkan tidak adanya obat yang bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Persepsi masyarakat desa inipun perlu mendapat perhatian pemerintah, agar tidak menyebar ke masyarakat yang lain

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ) dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.

AIDS merupakan dampak atau efek dari perkembangbiakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

 

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:

  1. Darah
  2. Air mani
  3. Cairan vagina
  4. Air susu ibu (ASI)

 

 

HIV tidak menular melalui:

  1. Bersalaman, berpelukan
  2. Berciuman
  3. Batuk, bersin
  4. Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
  5. Gigitan nyamuk
  6. Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
  7. Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.

 

 

  1. B.     Saran
    1. Sebagai sesama makhluk hidup harus saling menghargai dan jangan mendiskriminasi seseorang yang menderita penyakit seperti HIV AIDS.
    2. Sebagai seorang tenaga kesehatan masyarakat penting untuk memberikan penyuluhan tentang penyakit HIV / AIDS kepada masyarakat yang pengetahuannya masih kurang. Dan member motivasi kepada penderita untuk tidak larut dalam keterpurukan dan tetap semangat untuk hidup.
    3. Kepada pemerintah sebaiknya membuat kebijakan untuk penanggulangan secara merata di seluruh Indonesia terutama di kota-kota besar dan melakukan screening untuk free sex pada remaja-remaja Indonesia. Dan dibangun tempat-tempat rehabilitasi untuk penderita.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://hidupituindah.com/2009/11/20/506/hidup-sehat-dan-bahagia-dengan-penderita-hiv-dan-aids.html
  2. http://batujajarrepublik.wordpress.com/2011/01/21/efektivitas-penanggulangan-hivaids-di-indonesia-beserta-pemasaran-sosial/
  3. http://hidupituindah.com/2009/11/17/492/hiv-dan-aids-dan-kemanusiaan.html
  4. Notoatmojo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat ‘Ilmu dan Seni’. PT RINEKA CIPTA. Jakarta.

 

Prilaku Yang Bertentangan Dengan Nilai Nilai Pancasila

Published Desember 9, 2011 by iitadakimasu92

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Pancasila sebagai Dasar Negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

Pancasila sebagai dasar negara berfungsi sebagai dasar filosofis untuk menata dan mengatur penyelenggaraan negara. Hal tersebut dapat dijabarkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara berarti :

1)      Pancasila dijadikan dasar dalam penyelenggaran Negara

2)       Pancasila dijadikan dasar dalam pengaturan dan sistem pemerintahan Negara

3)      Pancasila merupakan sumber hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 

  1. B.     Pancasila sebagai Ideologi Nasional dari Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

Ideologi dapat diartikan sebagai ajaran, doktrin, atau ilmu yang diyakini kebenarannya, disusun secara sistematis, dan diberi petunjuk pelaksanaanya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara harfiah, “Ideologi” berarti ilmu tentang gagasan, cita-cita.
Istilah Ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Dan “logos” yang berarti ilmu. Dalam pengertian sehari-hari, “idea” disamakan artiannya dengan “cita-cita”. Cita-cita yang dimaksud bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau paham. Ideologi adalah seperangkat gagasan, ide, cita-cita, dari sebuah masyarakat tentang kebaikan bersama yang dirumuskan dalam bentuk tujuan yang harus dicapai dan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan itu.
Dalam arti luas, Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam arti sempit Ideologi adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan bertindak.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.   Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

 

Maksudnya adalah tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain, yaitu tidak boleh memaksakan orang lain memeluk agama kita atau memaksa seseorang untuk berpindah dari agama satu ke agama yang lain. Negara memberikan jaminan kebebasan kepada warga negara untuk memeluk salah satu agama atau kepercayaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kasus yang bertentangan dengan adanya sila pertama adalah :

 

a)      Bom Bali

 

Jakarta, Kompas – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) menyatakan kesediaannya membantu Kepolisian Daerah (Polda) Bali untuk mengungkap kasus peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali, yang menewaskan sedikitnya 182 orang, Sabtu (12/10) malam. Bantuan serupa juga datang dari Polisi Federal Australia (AFP). Selain kedua tim tersebut, Polda Bali juga dibantu Polda Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menuntaskan kasus peledakan bom di Kuta itu. “Kita terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama bilateral atau kolektif dengan negara lain dalam upaya memerangi terorisme, termasuk joint investigation ataupun pertukaran informasi intelijen,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda usai mengadakan pertemuan dengan para perwakilan asing di Departemen Luar Negeri, Jakarta, Senin (14/10). Perihal adanya bantuan FBI itu juga dibenarkan Kepala Badan Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Saleh Saaf. Akan tetapi, ia belum mengetahui detail dari bantuan tersebut. Ia mengatakan, jajaran Kepolisian Negara RI (Polri), tambah Saleh, terbuka bagi negara mana pun yang ingin memberikan bantuan tenaga penyidiknya. “Tidak ada masalah soal itu, sebab kami pun selama ini juga sudah memiliki hubungan Interpol.” Ditegaskan, “Cuma kalau mereka datang diam-diam dan melakukan penyidikan sendiri, itu yang tidak boleh.” Sedangkan Pemerintah Australia maupun Inggris sejauh ini, menurut Saleh, baru menyampaikan kesediaan mereka untuk memberi bantuan kemanusiaan. “Seperti Australia, selain memberi bantuan tenaga medis, bahkan mereka juga sudah mengevakuasi 41 warga negaranya yang menjadi korban dalam ledakan tersebut,” ujarnya.

b)      Bom Bunuh Diri di Solo

 

Juru bicara Jamaah Anshorut Tauhid Jawa Timur Zulkarnain menduga bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh di Kepunton, Solo, Jawa Tengah, berkaitan langsung dengan gejolak yang terjadi di Ambon beberapa waktu lalu. “Pemerintah harus waspada, gejolak seperti di Ambon sudah menjalar dan tidak hanya terjadi di Ambon,” kata Zulkarnain kepada Tempo, Ahad 25 September 2011. Bom bunuh diri di Solo sendiri, tambah dia, merupakan imbas dari ketidakseriusan pemerintah dalam menuntaskan kasus Ambon.
Konflik yang terjadi di Ambon, tambah dia, telah menyulut banyak kelompok yang bersiap jihad ke Ambon. Hanya, pengetatan pintu-pintu masuk ke Ambon membuat banyak kelompok yang akhirnya memutuskan untuk menyalurkan niatan jihadnya di luar Ambon.
“Ini sebab-akibat, di Ambon, polisi tidak tegas dan terkesan diskriminatif,” kata Zulkarnain sembari mencontohkan tidak transparannya polisi dalam mengungkap kasus kematian seorang tukang ojek di Ambon.
“Kami tahunya si tukang ojek di Ambon itu tidak diotopsi. Jadi jangan heran kalau ada yang marah,” ujar dia. Tak hanya itu, polisi dalam kerusuhan di Ambon dinilai juga tidak transparan dalam menjelaskan terkait isu penembakan oleh sniper.
Zulkarnain melihat, selama pemerintah ataupun penegak hukum tidak tegas dan transparan dalam menyikapi kasus Ambon, selama itu pula aksi-aksi seperti yang terjadi di Solo akan terus terulang.

 

Dari kedua kasus tersebut diatas menandakan bahwa sudah tidak relevannya warga indonesia dengan nilai pancasila khususnya pada sila pertama. Dari kasus pertama dikatakan bahwa pelaku melakukan hal tersebut dengan alasan jihad, sedangkan pada kasus kedua yaitu menunjukkan bahwa adanya pendangkalan iman seseorang. Hal tersebut jelas sangat bertentangan dengan nilai pada sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu menghilangkan nyawa seseorang sekalipun alasannya adalah berjihad dan membela agama islam. Belajar dari kasus pengeboman yang sering terjadi di berbagai daerah seharusnya pemerintah mengadakan tindakan yang tegas kepada pelaku bom, memberikan hukuman kepada pelaku. Pada kasus pengeboman yang semakin marak ini terlihat pemerintah yang seolah jalan ditempat,tidak adanya tindakan yang pasti. Tindakan dari pemerintah sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya bentuk tindakan provokasi terhadap kerukunan umat beragama. Banyaknya kasus bom menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memayungi keamanan pada masyarakat, kegagalan dalam menjaga kerukunan umat beragama yang notabennya indonesia terdiri dari beragam agama’

  1. 2.    Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

 

Pada sila kedua ini memiliki makna manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan kewajiban-kewajiban azasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, dan keparcayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkanlah sikap saling ,mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa serta sikap tidak terhadap orang lain. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan berani membela kebenaran dan keadilan. Manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasakan dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Kasus yang bertentangan dengan sila kedua ini adalah :

a)      Hutang Ciptakan Ketidakadilan bagi Rakyat Miskin

 

JAKARTA – Upaya pemerintah untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang yang dinilai sudah mencapai taraf membahayakan telah memunculkan ketidakadilan bagi rakyat kecil pembayar pajak.  Pasalnya, saat ini, penerimaan pajak, baik dari pribadi maupun pengusaha, digenjot untuk bisa membayar pinjaman, termasuk utang yang dikemplang oleh pengusaha hitam obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Hal ini berarti rakyat kecil pembayar pajak seakan dipaksa menyubsidi pengusaha kaya pengemplang BLBI. Akibatnya, kemampuan penerimaan negara dari pajak justru kian berkurang untuk program peningkatan kesejahteraan pembayar pajak seperti jaminan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Kebijakan pajak negara sangat tidak adil bagi rakyat karena penerimaan pajak tidak mampu mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar pengamat Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan, Kamis (5/5). Ia mengungkapkan persentase pembayaran cicilan pokok dan bunga utang telah menyerap 31 persen penerimaan perpajakan pada 2010. “Angkanya diperkirakan tidak banyak berkurang pada tahun 2011,” imbuh dia. Pada 2011, target penerimaan pajak dipatok sekitar 764,49 triliun rupiah, naik dari penerimaan tahun lalu sekitar 590,47 triliun rupiah. Sementara itu, tren kewajiban pembayaran cicilan dan bunga utang pemerintah terus meningkat dan pada 2011 mencapai 247 triliun rupiah, melebihi penarikan utang baru tahun ini sekitar 184 triliun rupiah.

b)      Rakyat Miskin Bulan-bulanan Ketidakadilan

 

Saiful Arif, selaku bidang operasional di LBH Surabaya mengungkapkan, masyarakat miskin selama ini masih menjadi aktor utama ketidakadilan. Sehingga justru di forum-forum hukum, masyarakat miskin menjadi bulan-bulanan kepastian tanpa keadilan hukum.

“Suatu contoh kasus, konflik agrarian, sengketa masih mewarnai perjalanan di tahun 2009, sebagian besar adalah sengketa-sengketa lama yang tidak kunjung menemukan jalan keluar, aktor-aktor lama masih mendominasi konflik agraria di Jawa Timur, yakni TNI, PTPN, Pemerintah daerah, serta pihak Swasta,” ungkapnya, di Kantor LBH Surabaya, Jalan Kidal No 6 Surabaya, Selasa (29/12/2009). LBH Surabaya mencatat telah terjadi penggusuran terhadap 389 PKL yang dilakukan Pemerintah kota Surabaya. Dia menjelaskan, Pemkot Surabaya di tahun 2009 melakukan penggusuran lebih dari 750 rumah warga miskin yang berada di sitren kali Wonokromo.
“Apa yang dilakukan Pemkot Surabaya dan Satpol PP tersebut merupakan bentuk main hakim sendiri, yang sangat berlawanan dengan ketentuan-ketentuan konstitusi, bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum,” jelas Arif.
Sementara itu, Syaiful Aris, selaku Direktur LBH Surabaya mengatakan, bagi buruh di Jawa Timur tahun 2009 ini juga masih menjadi tahun yang kelam. Cita-cita hidup layak belum juga dapat diwujudkan, karena kebijakan upah yang masih dimanipulatif, agar upah buruh serendah-rendahnya.
“Menurut catatan yang ada di LBH Surabaya, ada 83 kasus yang melibatkan lebih dari 40 ribu buruh yang terjadi sepanjang tahun ini, dan sebagian besar kasus tersebut belum mendapat penyelesaian,” katanya.

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang di hadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini. Contoh kasus diatas hanyalah beberapa potret tentang ketidakadilan pemerintah kepada rakyat miskin, tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah dalam memberi bantuan ataupun jaminan kepada rakyat miskin. Di Indonesia banyak sekali daerah-daerah miskin yang tidak tercium oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah seharusnya memberikan pemerataan pembangunan atau  bantuan kepada rakyat miskin terutama di daerah pedesaan. Seharusnya pemerintah juga harus memberikan pelayanan dan fasilitas kepada masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi, serta transportasi. Gizi buruk masih terjadi di lapisan masyarakat miskin. Hal ini disebabkan terutama oleh cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin yang belum memadai. Bantuan sosial juga sangat dibutuhkan oleh mereka seperti kepada orang-orang penyandang cacat, lanjut usia, dan yatim piatu. Sarana transportasi juga harus diperhatikan pada daerah terisolir untuk mendukung penciptaan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat miskin.

  1. 3.   Sila Persatuan Indonesia

Sila Persatuan Indonesia, menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, berarti manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa, bila diperlukan. Sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan Bangsa, maka dikembangkanlah rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Persatuan dikembangkan tas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. Kasus yang menyimpang dari nilai sila ketiga ini diantaranya adalah :

a)      Papua Keluar dari NKRI

 

Jakarta, PelitaOnline – KETUA Solidaritas Kemanusiaan untuk Papua, Frans Tomoki meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Papua. Jika Pemerintahan SBY-Boediono ini tidak bertanggung jawab, maka ia mengancam akan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami ingin Papua berdiri di atas kakinya sendiri untuk menantukan nasib rakyatnya. Kalau pemerintah tidak memperhatikan kami, biarkan kami keluar dari NKRI,” kata Frans saat jumpa pers di Kontras, Jakarta, Selasa (1/11).
Menurutnya, para anggota militer yang ada di Papua, hanya bisa membuat rakyat Papua menjadi tidak aman lantaran terlalu represif dalam bertindak demi kepentingan PT Freeport Indonesia. Militer, kata dia, juga tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat di Bumi Cendrawasih.
“Militer terlalu diskriminatif untuk warga Papua. Seharusnya berlaku adil. Kami hanya ingin mandiri,” pintanya tegas.
Dia menjelaskan, Kapolsek Mulia Papua, Dominggus Awes, yang ditembak di bandara merupakan jaringan Organisasi Papua Merdeka (OPM) gadungan yang dipelihara oleh militer.
“Itu OPM gadungan, yang memang sengaja dipelihara oleh militer untuk mengalihkan isu, terkait meninggalnya buruh Freeport yang menuntut kenaikan gaji,” jelas dia.
Dia mengakui bahwa warga Papua mendapatkan perlakuan diskriminatif dari negeri ini. Padahal Papua merupakan bagian dari NKRI.
“Bagi Bangsa Papua, sudah jelas untuk menentukan nasib. Bagi saya lebih baik Papua menentukan nasibnya sendiri.

b)      Banyaknya Aliran Sesat Yang Muncul

JEMBER– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember menangani sebanyak lima kasus aliran sesat di kabupaten setempat, yang semuanya bisa diatasi tanpa kekerasan. Ketua MUI Jember bidang Fatwa dan Hukum, Abdullah Samsul Arifin, Selasa menuturkan, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya aliran sesat yang meresahkan di sejumlah daerah. “Kami menangani sebanyak lima kasus aliran sesat selama beberapa pekan terakhir, namun semuanya bisa diatasi tanpa ada aksi kekerasan,” tutur Abdullah yang akrab disapa Gus Aab. Menurut dia, faktor yang menyebabkan timbulnya aliran sesat, antara lain keterbatasan keilmuan yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan dan motivasi pelaksanaan ibadah yang kurang tepat.

“MUI Jember selalu melakukan dialog dan membina penganut aliran sesat itu, agar kembali ke jalan yang benar sesuai ajaran agama Islam,” ucap Gus Aab yang juga Ketua PCNU Jember. Kasus aliran sesat yang terbaru adalah aliran yang diasuh oleh Yayasan Qodriyatul Qosimiyah di Kecamatan Wuluhan karena ucapan kalimat syahadat tersebut menyimpang dari ajaran agama Islam. Anggota MUI Jember lainnya, Baharudin Rosyid, menambahkan biasanya tokoh aliran sesat tersebut bukan berasal dari kalangan intelektual, dan mencari terobosan baru yang mudah diikuti oleh masyarakat. “Biasanya mereka masih mencari jati diri tentang agama Islam, seperti yang dilakukan Yayasan Qodriyatul Qosimiyah yang mengarang buku kitab kuning sendiri, sehingga menyalahi ajaran Islam dan sudah dinyatakan sesat oleh MUI Jember,” tuturnya. Menurut Baharudin yang juga Pembina Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember, kriteria aliran sesat antara lain mengingkari salah satu dari enam rukun iman dan lima rukun Islam, menyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al Quran dan sunnah, dan meyakini turunnya wahyu setelah Al Quran. “Saya mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri dan bertindak anarkhis, apabila ada aliran yang diduga sesat dan menyimpang dari ajaran agama Islam. Lebih baik dilaporkan ke tokoh agama setempat atau MUI Jember,” katanya, menambahkan.(republika.co.id)

 

Dari dua kasus perpecahan diatas memang harus dilakukan tindakan tegas dari pihak berwenang. Adanya tindakan tegas untuk membubarkan aliran yang dapat menyesatkan umat islam, dan jika tetap membantah maka harus diberikan hukuman yang dapat menimbulkan efek jera. Bisa juga dilakukan dengan melakukan pendekatan secara spiritual. Sedangkan dalam kasus keluarnya papua seharusnya pemerintah dapat menghimbau kepada seluruh menteri-menterinya untuk Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus, menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN,dan juga menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.

 

  1. 4.        Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.

 

Artinya manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat. Karena mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, maka pada dasarnya tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebalum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Keputusan iusakan secara mufakat. Musyarwarah untuk mencapai mufakat ini, diliputi oleh semangat kekluargaan, yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia.
Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil keputusan musywarah, karena semua pihak yang bersangkutan harus menerimanya dan melaksankannya dengan baik dan tanggung jawab.

Kasus yang menyimpang dari sila ini adalah :

a)      Prita Dipenjara, tapi Kejahatan Pornografi?

Prita Mulyasari, seorang ibu dari dua orang anak yang masih kecil harus mendekam dibalik jeruji karena didakwa atas pelanggaran  Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari pengakuannya, ia menjadi korban oknum perusahaan RS Omni International Alam Sutera yang memperlakukan dia bak sapi perahan. Pasien yang harusnya mendapat prioritas pelayanan kesehatan yang prima, justru menjadi obyek eksploitasi finansial dan bahkan jika apa yang diungkapkan oleh ibu Priya Mulyasari dalam email/surat pembaca itu benar , maka secara insitusi RS Omni Internasional melindungi oknum dokter yang melakukan mal-praktik. Pihak manajemen RS Omni telah menggunakan kekuasaan jaringan dan keuangan untuk mendukung perbuatan yang tidak semestinya.

UU ITE mengatur banyak aspek dalam dunia internet, mulai dari etika-moral dalam menggunakan internet hingga transaksi bisnis internet. Perbuatan yang pertama dilarang dalam UU 11/2008 adalah tindakan penyebaran konten asusila [ditegaskan dalam UU 44/2008 tentang Pornografi], lalu perjudian (2), pencemaran nama baik (3), dan pemerasan/ancaman (4), hal-hal berbau SARA dan seterusnya. Bila kita melihat urutannya, maka semestinya UU ITE yang disahkan pada April 2008 digunakan untuk membersihkan konten porno dari dunia internet demi melindungi generasi muda dari degradasi moralitas. Namun, adakah perubahan berarti informasi dan industri pornografi via internet di Indonesia sejak diterbitnya UU ITE April 2008 dan UU Pornografi Oktober 2008 silam? Bukankah kasus pelanggaran Pasal 27 ayat 1 lebih banyak daripada ayat 3 UU 11/2008? Mengapa pula seorang ibu yang menyampaikan unek-unek menjadi korban mal praktik perusahaan rumah sakit harus kembali menjadi korban sementara para oknum rumah sakit berleha-leha? Apakah dengan kekuasaan jaringan dan finansial, maka manajemen Omni bisa menyewa pengacara (bahkan jaksa) membuat yang benar jadi salah, salah jadi benar? Mengapa kepolisian tidak menyelidiki siapa yang menyebarluaskan email private dari Bu Prita?

b)      Hukuman antara koruptor dengan pencuri kakao, dan semangka.

Saya tidak tahu apakah Polisi dan Jaksa kita kekurangan pekerjaan sehingga kasus pengambilan 3 biji kakao senilai Rp 2.100 harus dibawa ke pengadilan. Begitu pula dengan kasus pencurian satu buah semangka, di mana kedua tersangka disiksa dan ditahan polisi selama 2 bulan dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Sebaliknya untuk kasus hilangnya uang rakyat senilai rp 6,7 trilyun di Bank Century, polisi dan jaksa nyaris tidak ada geraknya kecuali pak Susno Duadji yang ke Singapura menemui Anggoro salah satu penerima talangan Bank Century. Ini juga membuktikan bagaimana Indonesia yang kaya alamnya ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi rakyatnya. Pihak asing bebas mengambil minyak, gas, emas, perak, tembaga senilai ribuan trilyun/tahun dari Indonesia. Tapi rakyat Indonesia mayoritas hidup miskin. Baru mengambil 3 biji kakao saja langsung dipenjara.

Itulah gambaran hukum yang terjadi di Indonesia. Tidak adanya keadilan hukuman antara rakyat miskin dengan orang yang berkuasa. Hal in menunjukkan bahwa hukum di Indonesia dapat dengan mudahnya diperjual belikan bagi mereka yang mempunyai uang. Memang sungguh ironis ini terjadi dinegara kita, yang notabennya adalah negara hukum, tetapi hukum yang berjalan sangatlah amburadul. Seharusnya pemerintah lebih tegas kepada mafia hukum, yang telah banyak mencuri hak-hak rakyat kecil. Satgas pemberantasan mafia hukum seharusnya segera melakukan langkah-langkah penting. Salah satu yang perlu dilakukan adalah memberikan efek jera kepada para pejabat yang ketahuan memberikan fasilitas lebih dan mudah kepada mereka yang terlibat dalam kejahatan. Selain itu, kepada para pelaku kejahatan yang terbukti mencoba atau melakukan transaksi atas nama uang, harus diberikan hukuman tambahan. Memberikan efek jera demikian akan membuat mereka tidak ingin berpikir melakukan hal demikian lagi.

  1. 5.        Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Maksudnya yaitu manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan soial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain.

Kasus yang terjadi dari penyimpangan sila kelima ini diantaranya adalah :

 

 

a)      Kehidupan antara warga Jakarta dengan Papua

 

Kehidupan masyarakat papua dengan masyarakat jakarta tentulah sangat berbeda, yang penduduknya juga merupakan penduduk Indonesia juga, tetapi kehidupan mereka sangat jauh berbeda. Masih banyak masyarakat papua yang memakai koteka, pembangunan di derah tersebut juga tidak merata. Kita bandingkan saja dengan kehidupan masyarakat di Jakarta, banyak orang-orang  memakai pakaian yang berganti-ganti model, banyak bangunan menjulang tinggi.

b)      Kemiskinan di Papua

 

Jayapura, Kompas – Jumlah penduduk miskin di sejumlah provinsi diperkirakan
meningkat sejalan dengan melonjaknya harga pelbagai kebutuhan dan tarif
transportasi. Kemiskinan itu makin terasa karena pendapatan penduduk umumnya
tidak meningkat–kalaupun ada peningkatan hal itu tidak signifikan.
Menurut data yang diperoleh di Papua, Senin (21/3), jumlah penduduk miskin di
pulau yang amat kaya sumber daya alam itu 80,07 persen atau sekitar 1,5 juta
jiwa dari 1,9 juta penduduk Papua (data tahun 2001). Angka ini tidak berubah
karena sejak diberlakukannya Undang-Udnang (UU) Otonomi Khusus sejak akhir
2001-Maret 2005, sejumlah daerah belum memberi kontribusi bagi pemberantasan
sejumlah kategori kemiskinan. Angka kemiskinan di Papua diperkirakan akan
meningkat dengan kenaikan harga BBM.
Provinsi lain yang juga kaya sumber daya alam seperti Kalimantan Timur (Kaltim)
menghadapi masalah berat dari tingginya angka warga miskin. Di Kaltim jumlah
penduduk miskin mencapai 12 persen (328.000 orang dari 2,7 juta jiwa).

 

Dari kasus tersebut seharusnya pemerintah lebih tergerak untuk melakukan sesuatu dan melakukan perubahan bagi kehidupan warga di Papua. Pemerintah terjun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah tersebutsupaya tidak ada oknum yang ingin memanfaatkannya. Pemerintah juga harus melakukan pemerataan pembangunan, transportasi, pendidikan, kesehatan dan lainnya di pedesaan, tidak hanya di kota-kota besar.

Pemerintah juga harus melakukan pendekatan kepada masyarakat papua supaya tidak lagi memakai koteka meskipun itu merupakan peninggalan nenek moyang yang ingin tetap dilestarikan, tetapi mengikuti budaya dan perkembangan jaman juga penting.

 

BAB III

PENUTUP

 

a)      Kesimpulan

  • Sudah tidak relevannya nilai-nilai pancasila dengan kehidupan sehari-hari.
  • Tidak adanya ketegasan dari pemerintah terhadap kasus-kasus yang terjadi.
  • Kurangnya kepemimpinan dalam menjamin kerukunan antar umat

 

b)     Saran

  • Adanya keadilan antara masyarakat miskin dengan orang yang berkuasa.
  • Dibangun lagi nilai-nilai pancasilayang sebenarnya dan dimulai ari pemerintah.
  • Tidak lagi memperjual belikan hukum.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Insomnia

Published Desember 7, 2011 by iitadakimasu92

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur. Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
A. Diagnosa
Spesialis tidur kedokteran memenuhi syarat untuk mendiagnosis berbagai gangguan tidur. Pasien dengan berbagai penyakit termasuk sindrom fase tidur tertunda sering salah didiagnosis sebagai Insomnia.
Untuk mendiagnosis insomnia, dilakukan penilaian terhadap:
• Pola tidur penderita.
• Pemakaian obat-obatan, alkohol, atau obat terlarang.
• Tingkatan stres psikis.
• Riwayat medis.
• Aktivitas fisik.
B. Penyebab
Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.
Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
• Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
• Bekerja pada malam hari.
• Sering berubah-ubah jam kerja.
• Penggunaan alkohol yang berlebihan.
• Efek samping obat (kadang-kadang).
• Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
C. Gejala
Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan.
D. Pengobatan
Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal. Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik. Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi. Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.
E. Durasi Tidur dan Kematian
Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Olahraga Muka yuuuukkkk

Published Desember 7, 2011 by iitadakimasu92

Siapa sih orang yang gamau terlihat awet muda????

kalo ditanya pasti semua angkat tangan dunkk yaa………..

mau tau cara yang alami, praktis, murah meriah, tanpa efek samping dari bahan2 kimia???caranya sangat mudah sodara2…cukup dengan olahraga muka ajahh.

Intip step2nya yuuuuhhh…….

Dahi, pijatkan alis dengan jari anda, tarik ke bawah kemudian keatas, ulangi gerakan sepuluh kali.
Kelopak mata, untuk membuat mata cerah, letakkan ibu jari di sudut mata setelah menutup mata, kemudian tarik kulit ke arah dahi, ulangi gerakan ini sepuluh kali juga.

Pipi, bentuk bibir anda jadi huruf ‘O’, Kemudian senyumlah seluas mungkin, ulangi sepuluh kali juga.

Bibir, Mendorong bibir ke luar sejauh mungkin, kemudian tersenyum seluas mungkin, atau bisa juga dengan menghisap ibu jari anda sekuat anda bisa. Ulangi sepuluh kali juga.

Dagu, tekan ibu jari pada tulang tepat di bawah dagu, julurkan lidah kemudian pijat dagu sampai merembet ke bawah kuping. Ini membantu
peredaan darah jadi lancar.

cukup mudah kan gays….hanya bermodalkan rutin.

semoga bermanfaat kawann………..:-):-*

Vertigo

Published Desember 7, 2011 by iitadakimasu92

VERTIGO

Vertigo adalah penyakit dengan gangguan keseimbangan yang ditandai dengan: perasaan berputar, dunia serasa gergoyang, benda sekeliling berputar, rasa mau jatuh bahkan adakalanya jatuh beneran, disertai dengan mual, muntah, keringat dingin. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng, sempoyongan, mumet, pusing, pening, tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo.
Merasa lebih baik jika berbaring, tapi vertigo terus berlanjut meski tidak bergerak sama sekali, kadang merasa enak bila tutup mata dan vertigo berulang saat mata dibuka.

  1. GEJALA

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

  1. DIAGNOSA

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.

Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran.Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Bagaimana pengobatan vertigo? Vestibular suppressant dan obat antiemetic menjadi pilihan utama perawatan vertigo. Sebagai tambahan, ada sejumlah pengobatan baru yang efektifnya masih belum terbukti dan masih dalam penelitian.

Vestibular Suppressant
Secara umum, adalah obat yang mengurangi nystagmus (gerak mata) karena gangguan keseimbangan, atau obat yang mengurangi mabuk kendaraan dan lainnya. Tabel di bawah adalah vestibular suppressants disusun menurut pilihan. Obat ini dibagi tiga kelompok: anticholinergics, antihistamin, dan benzodiazepines.

Anticholinergics
Anticholinergics mempengaruhi sel yang peka rangsangan muscarinic dan meningkatkan toleransi gerakan. Anticholinergics juga memiliki efek kompensasi, menghasilkan “reversible over compensation” ketika efek kompensasi terhadap gangguan keseimbangan telah dicapai (Zee, 1988). Obat yang memiliki Efek “central anticholinergic” ini sering dipakai dalam penatalaksanaan vertigo (Takeda et al, 1989). Berbeda dengan antihistamin, anticholinergics tidak efektif jika diberikan setelah gejala nampak. Semua anticholinergics yang digunakan pada pengobatan vertigo mempunyai efek samping terutama mulut kering, dilatasi pupil dan ngantuk. Scopolamine dan atropine bekerja pada sel yang peka terhadap rangsangan efek muscarinic nonspecific (Barton et al, 1994).

Antihistamin
Golongan obat ini dapat mencegah motion sickness dan dapat mengurangi gejala nya, kecuali astemizol yang tidak efektif untuk pencegahan mabuk atau pusing. (Kohl et al, 1987).

Benzodiazepines
Benzodiazepines adalah gamma-amino butyric acid (GABA) modulator, efeknya untuk mengurangi gejala vestibular. Dalam dosis kecil, obat ini sangat bermanfaat. Hanya saja golongan ini mempunyai efek samping yang tidak menguntungkan, diantaranya ketergantungan dan melemahnya memori di samping efek lainnya.

Obat yang biasa dipakai:
* Lorazepam ( dosis: 0,5 mg )
* Diazepam ( dosis: 2 mg )
* Clonazepam (klonopin), dan Aprazolam (xanax), oleh beberapa penulis obat jenis ini kurang disukai karena efek supresi vestibular yang sulit pulih pasca penghentian obat.

Antiemetik
Golongan obat ini sering digunakan pada penderita vertigo. Pemilihan jenis antiemetik untuk vertogo tergantung manfaat dan efek samping yang ditimbulkannya. Pemberian oral dapat mengurangi vertigo ringan dan sedangkan supposutoria diberikan pada penderita dengan atonia lambung dan peenderita yang muntah profus. Suntikan diberikan pada penderita rawat inap. Obat jenis baru hanya diberikan bila semua upaya gagal. Phenothiazines, seperti prochlorperazine (Compazine) dan promethazine (Phenergan), adalah anti muntah yang efektif, mungkin karena efek dopamine blocker, namun pemberian obat ini harus dipertimbangkan efek sampingya, terutama efek h1 blocker (dystonia).
Metoclopramide, adalah dopamine antagonist yang memiliki antiemetic (sentral) kuat, tapi tidak efektip untuk pencegahan mabuk atau vertigo (Kohl, 1987). Domperidone (Motilium) adalah suatu antiemetic yang tidak menembus blood-brain barrier dan mempunyai lebih sedikit efek samping.
Obat antiemetik baru golongan 5-HT3 antagonist (ondansetron:Zofran, granisetron: Kytril) dipakai untuk mengontrol muntah pada kasus post operatif dan kemoterapi. Secara teori obat ini lebih efektif dibandingkan golongan lain, namun harganya mahal.

Obat anti vertigo baru
Obat golongan Calcium channel blocker, Sodium channel blocker, histamin agonist, steroid (decadron), sympathomimetics, acetyleucine, selective ach antagonist adalah jenis obat vertigo baru yang efektifitasnya masih dalam penelitian.

Serba serbi vertigo
Sebuah catatan untuk sejawat
Ketika seseorang datang dengan keluhan kepala, maka anamnesa jenis keluhan kepala mutlak diperlukan. Yang perlu ditanyakan apakah rasa berat, nyeri kepala, rasa hanyut, rasa berputar atau bergoyang saat ganti posisi atau saat buka mata. Hal ini penting karena sangat menentukan dalam diagnosa dan pemilihan jenis obat. Tatkala penderita mengeluh pusing lalu langsung diberi analgesik, maka tak usah heran bila penderita tidak berkurang keluhannya. Selain itu tentu mencari penyebab primernya, apakah gangguan organik gigi, mata, telinga, hidung dan lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.